Jan 132015
 

tumbuhekonomiSemua pemerintahan negara-negara di dunia ini mendorong masyarakatnya untuk berlomba-lomba menjadi pengusaha, bukan hanya pengusaha yang menjual barang jadi, tetapi sebagai produsen yang menghasilkan barang dan jasa dalam bentuk apapun, baik barang-barang industri rumah tangga maupun industri pabrikasi.

Perhatikanlah bagaimana agresifnya China membanjiri negara-negara di dunia dengan berbagai produk mereka, mulai dari barang spele hingga produk-produk berat semua diciptakan oleh China, bahkan kain batik yang dibuat oleh Indonesia pun bahan dasarnya mencapai 80% dari China.

Apa yang diharapkan sebuah negara dari produksi barang-barang dan jasa tersebut? Jawabannya, pertumbuhan ekonomi. Ya, Jumlah nilai barang dan jasa yang dihasilkan oleh masyarakat suatu negara dalam satu periode tertentu – biasasnya dalam satu tahun – inilah yang dikatakan Produk Nasional atau Pendapatan Nasional. data Produk Nasional ini lah yang akan digunakan untuk menilai (1) prestasi pertumbuhan ekonomi, dan (2) menentukan tingkat kemakmuran masyarakat dan perkembangannya

Ada dua konsep menghitung pendapatan nasional yang kita kenal selama ini, yaitu; Produk Nasional Bruto (PNB), dan Produk Domestik Bruto (PDB). Apa beda kedua konsep ini?

PNB adalah semua nilai dari hasil produksi barang dan jasa yang dihasilkan oleh warga negara dimanapun dia berada. Artinya, dalam konteks Indonesia,  barang dan jasa yang dihasilkan oleh seluruh warga negara Indonesia baik yang berada di Indonesia maupun yang berada di negara-negara lain, seluruhnya dihitung dan nilainya dikatakan Produk Nasional Bruto.

Sedangkan PDB merupakan produk nasional yang dihasilkan oleh warga negara dan orang asing yang ada dalam negeri. Artinya, seluruh faktor-faktor produksi milik warga negara Indonesia dan warga negara asing yang memproduksi barang dan jasa di negara Indonesia, maka disebut dengan Produk Domestik Bruto.

Konsep PNB dan PDB ini pada hakikatnya adalah sama, sama-sama mengukur besarnya kemampuan suatu negara untuk menghasilkan barang dan jasa dalam satu tahun tertentu. Bedanya terletak pada domisili warga negara pada konsep PNB, dan keberadaan warga asing dalam konsep PDB.

Berikut contoh menghitung pertumbuhan ekonomi Indonesia; Pada tahun 2012 Produk Nasional Bruto Indonesia adalah Rp. 142 triliun, sedangkan pada tahun 2013, PDB mencapai Rp. 150 triliun. Berapakah tingkat pertumbuhan ekonomi pada tahun 2013?

Berdasarkan data di atas, maka tingkat pertumbuhannya dapat dihitung dengan formula: PDB tahun 2013 dikurangi dengan PDB Tahun 2012, kemudian dibagi dengan PDB tahun 2012, dan dikalikan dengan 100 untuk memperoleh nilai persentase. Maka hasilnya adalah 5,63%.

Oleh pemerintah di seluruh negara, angka inilah yang terus dipacu dan dipicu untuk ditingkatkan dari tahun ke tahun agar pertumbuhan ekonomi jangan sampai tidak seimbang dengan pertumbuhan penduduk karena akan berdampak pada tingkat pengangguran. Jika pertumbuhan ekonomi melambat, sementara tingkat pertumbuhan penduduk melaju cepat, maka akan terjadi ketidakseimbangan dan dapat mengganggu stabilitas nasional karena pengangguran merupakan masalah yang sangat mempengaruhi secara signifikan jalannya roda pemerintahan.

Semakin banyak warga negara yang membuka usaha dan menghasilkan barang dan jasa, semakin baik pertumbuhan ekonomi suatu negara, semakin berkurang tingkat pengangguran dan semakin stabil keadaan negara baik secara ekonomi maupun politik.

Baca juga :