Jan 242015
 

burgerBisnis burger menjadi bisnis yang sangat digemari oleh kalangan muda di Indonesia, bahkan mahasiswa yang merantau sambil mencari nafkah banyak yang terlibat dalam bisnis burger ini. Di sepanjang jalan mulai sore hingga tengah malam berjejer memenuhi bahu jalan di kota-kota. Bisnis burger memang tidak terlalu rumit, disamping bahannya yang mudah diperoleh dan modalpun cukup terjangkau bagi kalangan pebisnis pemula, sekedar lepas uang ngopi, pasti dapat.

Makanan yang berasal dari German ini, yakni dari kota kedua terbesar di German, Hamburg, telah dikenal dengan sebutan singkatnya, burger menyebar begitu cepat ke seluruh pelosok dunia, tak terkecuali Indonesia, telah banyak dimodifikasi dari aslinya, sehingga kesan junk food, semakin lama semakin kabur, bahkan sekarang banyak yang berfikir makanan ini adalah termasuk dalam kategori makanan ringan yang ‘menyehatkan’.

Karena begitu cepatnya bisnis burger ini tumbuh dan berkembang, dan sampai saat ini mungkin masih menunjukkan tren naik, tetapi ada yang melupakan satu hal yang sangat penting dalam menjaga situasi tren ini agar tetap naik, atau paling tidak, tetap, ataupun, jangan terlalu drastis dan cepat masuk dalam masa declining, yaitu dimana produk burger akan mengalami penurunan karena sudah tiba masa jenuhnya.

Untuk mengatasi masalah ini, mestinya para pebisnis burger harus dapat menangkap keluahan pelanggan tentang burger. Salah satunya adalah; Cara memakan burger. Harus diakui, ukuran burger normal saja kita sulit untuk menyuap burger ke mulut, harus dengan hati-hati menggigit di bagian-bagian pinggirnya agar tidak kecipratan saos tomat ataupun isi burger yang mudah berserakan di pinggir kedua mulut, ini akan merepotkan dan mengurangi kenyamanan untuk menikmati burger, apalagi saat kita harus memakannya di depan teman-teman.

Lantas apa solusinya? Lakukan revolusi burger. Dalam salah satu elemen bauran pemasaran, ada yang disebut dengan product, produk. Burger harus mengadopsi konsep bauran pemasaran yang satu ini untuk bisa memberikan nuansa baru cara memakan burger agar dapat dinikmati tanpa harus berselemak dengan saos tomat yang dioleskan dalam burger. Mengapa belum ada yang membuat bentuk burger yang tidak bulat? Apakah burger harus bulat lingkaran? Coba bayangkan seandainya bentuk burger memanjang atau lonjong, bukankah lebih nikmat untuk dimakan dan ukurannya disesuaikan dengan besarnya rata-rata ukuran mulut saat dibuka? Saosnya pasti tidak berserak di sekeliling mulut kita, makan terlihat sopan dan nyaman.

Ayo, ganti bentuk burger anda dengan bentuk yang lain, tidak harus bulat melingkar, buat yang bentuknya memanjang segitiga atau bulat lonjong, mungkin mirip-mirip seperti kebab, tapi bukan kebab, Namanya Burger Revolution 🙂